Laman

Selasa, 17 Maret 2009

Pemberian pakan dan minum




Di dalam usaha peternakan modern biaya untuk makanan menempati persentasi terbesar dibandingkan biaya tak tetap lainnya. Oleh karena itu, penyusunan dan penyedian makanan yang baik sama pentingnya dengan penyediaan ayam bibit yang bagus dan pemeliharaannya. Fungsi makanan yang diberikan kepada ayam pada prinsipnya memnuhi kebutuhan pokok untuk hidup, membentuk sel-sel dan jaringan tubuh, serta menggantikan bagian-bagian yang rusak. Selanjutnya, makanan itu untuk keperluan produksi.

Ransum ayam bibit haruslah seimbang antara kandungan zat makanan yang satu harus proposional dengan zat makanan yang lain sebagiai satu kesatuan. Sebagian besar kandungan ransom yaitu zat makanan akan masuk ke dalam tubuh unggas dalam jumlah, waktu dan proporsi yang dapat mencukupi kebutuhan. Kekurangan atau ketidaktepatan mesin biologis itu bekerja tidak maksimal. Jika berlebih, zat makanan akan menjadi beban fisiologis tubuh dan menjadi terbuang.

Untuk menyusun ransum ada beberapa pengetahuan yang harus dikuasai, yaitu pengetahuan mengenai potensi genetic ayam yang akan dipelihara, kebutuhan zat makananya, kandungan zat makanan dari bahan makanan yang akan digunakan dan teknik penyusunan ransum.

24" slide top feeder


Galvanized feeder

24" slide top feeder


6" Mason Jar Galvanized feeder

Tabel panduan pemberian pakan pada ayam petelur








Pakan & Umur

Protein %

Met. Energy, Kcal/lb.

Starter, 0 - 6 minggu

20,0

1325 - 1375

Grower, 6 - 8 minggu

18,0

1350 - 1400

Developer, 8 - 15 minggu

16,0

1375 - 1425

Pre Layer, 15 - 18 minggu

14,5

1350 - 1400

Layer, selama bertelur

15,0

1300 - 1450

Jenis Pakan

Jenis dan program pemberian pakan untuk ayam broiler breeder berbeda dengan ayam broiler komersial. Jenis pakan yang digunakan untuk broiler breeder umumnya dibagi menjadi beberapa fase sebagai berikut :

1. Starter, umur 1-5 minggu

2. Developer, umur 6-17 minggu

3. Prebreeder, umur 18-22 minggu

4. Breeder, umur 23 minggu hingga apkir

Kebutuhan makanan/hari

Umur

Berat Badan

Pakan per

Keterangan

Hari

Minggu

Mingguan (garam)

Hari (gram/ekor)


0-1


20(full)

Starter protein

7

1-2

150

38(full)

19% 2,860

14

2-3

290

44(skip)

Kkal/kg

21

3-4

420

47(skip)


28

4-5

540

49(skip)


35

5-6

650

51(skip)


42

6-7

750

53(skip)


Target berat badan

Umur

Berat Badan

Pakan per

Keterangan

Hari

Minggu

Mingguan (garam)

Hari (gram/ekor)

7

1

110

13

Full Feed

14

2

220

26

Full Feed

21

3

330

36

Full Feed

28

4

440

40

Skip-a-day

35

5

520

43

Skip-a-day

Hubungan konsumsi pakan dengan perkiraan konsumsi air minum

Jumlah Pakan per 100 ekor (kg)

Konsumsi Air Minum (liter)



Temperatur

5

61

21

27

38


13,5

24,0

25,5

28,4

39,7

63,8


14,0

25,0

26,5

29,3

41,0

65,5


14,5

25,5

27,2

30,3

42,3

68,2


15,0

26,5

28,0

31,2

43,7

70,2


15,5

27,2

29,0

32,0

45,0

72,5


15,8

28,2

30,0

33,0

46,4

74,5


16,3

29,0

30,5

34,0

47,7

-


16,8

29,5

31,5

35,0

49,0

-


17,2

30,5

32,5

36,0


-










Kebutuahan Protein

Protein adalah bahan organik yang tersusun secara komplek, terdiri dari asam amino dengan sifat berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Protein dibutuhksn oleh tubuh untuk pertumbuhan bagian-bagian tubuh ayam, mengantikan jaringan-jringan tubuh yang rusak, serta untuk berproduksi. Kandungan protein tersebut secara garis besar terdiri dari unsur karbon, hydrogen, oksigen, dan nitrogen. Di samping itu, biasanya juga ada unsure sulfur dan fosfor. Dalam penyusunan pakan, protein yang tertera adalah protein kasar yang dapat diindetifikasikan dengan cara mengetahui semua unsur nitrogen yang terdapat dalam pakan. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan dan kebutuhan protein pada ayam pembibit. Faktor-faktor tersebut di antaranya :

Berdasarkan sumbernya, protein digolongkan menjadi dua, yaitu protein yang berasal dari hewan (protein hewani) dan protein yang berasal dari tanaman (Protein nabati).

1.Protein hewani

Protein yang berasal dari hewan mempunyai nilai hayati yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein yang berasal dari tanaman. Faktor yang menyebabkan superioritas protein hewani adalah

(1). Tingkat Ca dan P yang berasal dari tulang dalam suplemen protein hewan

(2). Vitamin B kompleks, terutama riboflavin, yang terdapat dalam susu bubuk dan hasl ikutan mentega (whey).

(3). Vitamin B12 yang terdapat di dalam semua bahan makanan yang berasal dari hewan, tetapi tidak terdapat dalam tanaman

(4). Asam amino metionin dan lisin yang terdapat di dalam protein hewani (ikan, telur, dan susu). Sumber protein hewani antara lain tepung ikan, hasil ikutan daging dari pejagalan (meat scrap).

Kebutuhan Protein Kasar untuk ayam bibit.

Fase hidup ayam

Ayam bibit pedaging

Ayam bibit Dwiguna

Ayam bibit Petelur

Fase starter

18%

20%

20%

Fase grower

15%-15,5%

16%

14%-15%

Fase layer

16,5%

17,5%-19%

17%-19%

2. Protein nabati

Komposisi protein yang dianjurkan dalam penyusunan ransum adalah 1/3 bagian berupa protein hewani dan 2/3 bagian berupa protein nabati. Pada ayam-ayam bibit (petelur maupun dwiguna dan pedaging), defisiensi protein atau sebuah asam amino esensial yang ringan hanya dapat menyebabkan penurunan besar telur. Bila defisiensi atau asam amino esensial menjadi menghebat, produksi telur menjadi sangat menurun. Ayam menjadi kehilangan berat badan dan terjadi molting/luruh bulu. Defisiensi protein atau asam amino yang hebat menyebabkan luruh bulu keseluruhan dan produksi dan produksi telur sama sekali terhenti disertai rusaknya jaringan-jaringan tubuh dan kehilangan berat badan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar