
Fertilitas dan Daya Tetas
Fertilitas
Faktor-faktor yang mepengaruhi fertilitas:
ù Motilitas sperma
ù Ransum
ù Hormon
ù Lama penyinaran
ù Umur
ù Produksi telur
ù Preferential mating
ù Musim
ù Peck order
ù Perbandingan jumlah jantan dan betina
ù Lamanya jantan berada dalam kandang
ù Daya Tetas (banyaknya telur yang menetas)
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas adalah:
ù Breeding
ù Produksi telur
ù Umur
ù Tatalaksana pemeliharaan
ù Kondisi kandang
ù Ransum
Kenali Penyebab Kerusakan Telur
Salah satu faktor yang dapat mengurangi keuntungan usaha peternakan ayam petelur adalah tingkat kepecahan telur. Hal ini disebabkan karena setiap butir telur yang pecah, berarti mengurangi pemasukan. Untuk itu, sebagai persiapan sebaiknya peternak harus mengetahui dimana letak kerusakan telur yang paling parah terjadi. Kandang sistem litter pada pemeliharaan ayam petelur dan telur yang tidak cepat dikeluarkan terbukti menyebabkan kepecahan telur lebih tinggi. Kepecahan telur dapt saja terjadi sejak telur dikeluarkan dari tubuh ayam sampai dipak rapi dalam kemasan dan setelah diangkut. Namun pada dasarnya penyebab utama kerusakan telur adalah manusia, misalnya telur terjatuh saat diambil, atau saat dalam pengangkutan. Variasi kerusakan telur dalam setiap tempat sangat besar, tergantung tindakan orang yang menangani tiap-tiap peralatan yang langsung berhubungan dengan telur. Faktor yang dapat mendorong terjadinya kepecahan telur antara lain : Sistem kandang Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kerugian menggunakan laying cages system dengan sistem litter, keretakan lebih tinggi pada laying cages system. Ini disebabkan telur menumbuk dinding bagian depan kandang, menembuknya telur yang belum dikumpulkan atau terinjak kaki ayam. Besarnya kepecahan telur adalah 7% atau dua kali kerusakan dengan menggunakan kandang sistem litter. Untuk menghindari hal tersebut kandang perlu diletakkan dengan kemiringan tertentu. Kemiringan yang optimal yaitu 9,5°, karena kemiringan ini menimbulkan benturan pada tingkat yang paling kecil. Faktor manusia Pada dasarnya penyebab utama dari setiap kerusakan telur adalah manusia, meskipun secara tidak langsung. Kepecahan telur yang diakibatkan oleh faktor manusia/pekerja antara lain karena : pertama, kecerobohan pekerja. Dalam pengambilan telur diperlukan kesabaran, ketekunan dan ketelitian. Pada pengambilan relur ini biasanya operator kandang sekali mengambil banyak dengan kedua tangannya dan pada waktu menempatkan ke dalam egg tray kurang hati-hati. Ini sering mengakibatkan ada telur yang jatuh dan pecah karena berbenturan dengan telur lainnya. Kedua, tingginya susunan egg tray,sehingga ketika dikeluarkan dari kandang dengan menggunakan lori dan pekerja mendorongnya dengan kurang hati-hati, akan mengakibatkan jatuhnya susunan egg tray bagian atas. Ketiga, pengepakan ke dalam peti. Karena tergesa-gesa banyak telur yang berbenturan satu sama lain ketika dipindahkan ke dalam peti. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penambahan kepecahan pada telur. Frekuensi pengambilan telur Telur-telur yang dihasilkan oleh ayam yang dikandangkan di daerah tropis pada umumnya suhunya tinggi, karena suhu yang diakibatkan oleh badan ayam ditambah suhu daerah tropis yang panas. Oleh karenanya telur-telur tersebut harus secepatnya dikeluarkan dari kandang, guna menghindari pengaruh suhu tinggi tersebut. Selain itu untuk menghindari bahaya pecah karena dipatuk oleh ayam. Anton (1980) mengatakan, telur banyak yang pecah akibat diambil sekali daripada diambil 2-3 kali/hari. Tidak seragamnya besar telur Beragamnya besar telur dapat menambah kerusakan karena berbenturan bila diangkut dalam karton atau peti. Tipe kepecahan telur Menurut Darana (1978), kepecahan telur dapat dibagi dalam tiga tipe, yaitu : check, leaker dan smashed. Pada tipe check, kulit telur pecah tetapi shell membrannya masih utuh sehingga isinya tidak mengalir keluar. Tipe leaker adalah telur yang shell membrannya retak atau pecah sehingga isi/cairannya mengalir keluar menembus membran. Sedangkan smashed adalah telur yang shell membrannya hancur. Dari ketiga tipe tersebut yang paling sering terjadi adalah check. Demikian faktor-faktor yang mempengaruhi kepecahan telur yang perlu diketahui peternak. Dengan begitu, faktor-faktor tersebut dapat ditekan seminimal mungkin sehingga kerugian yang diderita peternak semakin kecil.
Telur-Telur Aneh :
· Telur dengan kuning telur ganda
Telur dengan kuning telur ganda adalah hasil dari dua ovum yang matang pada saat yang sama. Hal ini bisa terjadi pada uvulasi ganda maupun dalam waktu singkat kedua ovum berjalan bersama-sama di dalam oviduct. Keduanya memperoleh kerabang dan albumin yang sama. Telur dengan kuning telur ganda lebih sering terjadi pada ayam muda, oleh karena ovarium dan oviduct perlu penyesuaian sebelum bekerja normal.
· Telur dengan titik-titik darah.
Titik-titik darah dapat terjadi karena kerusakan membran folikel pada tempat lain, bukan pada garis stigma. Bila ini terjadi, suatu pembuluh darah bisa pecah dan kuning telus akan mengambil darah pada saat ovulasi atau jika pembuluh darah menyilang garis stima, maka kuning telur juga akan mengambil darah pada saat ovulasi. Hal ini akan menyebabkan ayam akan mengeluarkan telur dengan titik-titik darah. Jika titik-titik darah terdapat pada putih telur, maka kemungkinan adanya perdarahan di dalam dinding uviduct.
· Telur dengan titik-titik daging.
Titik-titik daging kadang disebut titik-titik darah yang berdegenerasi. Titik daging merupakan titik darah yang mengandung sedikit hemoglobin yang diserap kembali oleh tubuh. Biasanya titik daging merupakan hasil dari perdarahan yang terjadi di dalam ovarium maupun di dalam oviduct sebelum ovulasi yang kemudian ikut terlapisi oleh albumin. Titik daging dapat juga disebabkan oleh potongan jaringan yang masuk di dalam infundibulum pada saat folikel pecah.
· Telur dengan kerabang yang lembek.
Telur dengan kerabang yang lembek adalah hasil dari kegagalan kelenjar-kelenjar kerabang untuk mengeluarkan sekresinya atau hasil dari suatu aksi peristaltik yang sangat kuat dari oviduct. Bisa juga dihasilkan oleh ayam dengan perbanding phosfor dan kalsium yang tidak seimbang dalam ransumnya. Serta akibat bronchitis dan penyakit Newcastle Dease (ND).
· Telur tanpa kuning telur.
Telur-telur kecil tanpa kuning telur biasanya adalah hasil dari beberapa bahan asing yang masuk ke dalam oviduct. Bahan ini dapat berupa seekor cacing, sepotong albumin atau titik darah yang cukup besar untuk merangsang kelenjar-kelenjar oviduct, memperoleh albumin tebal dan tipis, membran kerabang dan akhirnya keluar sebagai telur yang terlihat mirip telur normal.
· Telur di dalam telur.
Sebutir telur dapat berjalan dalam oviduct dan dibentuk sebagaimana mestinya. Suatu gerakan peristaltik dapat terjadi, yang memaksa telur masuk kembali ke dalam infundibulum, kemudian bisa kontak dengan kuning telur lain dalam perjalanannya ke bawah. Keduanya secara bersama-sama akan mengalami proses pembentukan kerabang yang hasilnya adalah telur di dalam telur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar