Laman

Selasa, 17 Maret 2009

Membuat mesin tetas



Ada 3 macam mesin tetas yaitu

ñ Hovabator

ñ Cemani

Cemani incubator adalah buatan negri Indonesia dengan paten yang diakui, sungguh merupakan mesin tetas yang membantu dan mudah digunakan. Dengan hanya dibutuhkan sedikit pengalaman dan mencoba, mesin ini cukup handal dalam penggunaannya sebagai penetas telur. Wafel Thermostat nya bekerja pada kisaran sensitifitas 3-4 derajat Fahrenheit.

Mesin tetas ini termasuk dalam tipe still air atau pemanasan yang terjadi di dalam ruang incubator akibat perambatan panas dari bohlam lampu pijar pada bagian atasnya. Dengan demikian suhu penetasan harus dinaikkan 2-3 derajat Fahrenheit diatas suhu penetasan 100 F.

ñ Grory Farm

Ada dua cara penetasan telur yaitu penetasan secara alami dan penetasan secara buatan.

(1). Penetasan secara Alam

Penetasan ini dianggap cukup bermanfaat terutama bagi pemilik ternak yang jumlahnya relatif sedikit

(2). Penetasan buatan

Ada beberapa type mesin tetas yang dikenal:

a. Berdasarkan aliran udara di dalamnya

(1). Forced draft incubator yaitu mesin tetas yang pengaturan ventilasi udara didalamnya di gerakkan oleh kipas.

(2). Still air machine yaitu mesin tetas yang pengaturan ventilasi udar didalamnya sangat tergantung kepada keadaan lingkungan (alam).

b. Berdasarkan model penetasannya

(1). Setter dan hatcher di satukan

(2). Setter dan hatcher di pisahkan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar penetasan berhasil:

a. Fumigasi mesin tetas

b. Temperatur inkubasi

c. Kelembaban inkubasi

d. Ventilasi

e. Posisi telur selama inkubasi dan pembalikkan

f. Membedakan telur fertil dengan candling

g. Pulling

Sexing. Metoda untuk membedakan antara anak ayam jantan dan betina dapat dilakukan dengan:

- Japanese methode (vent examination) yaitu dengan melihat kloaka pada umur satu hari

- Warna bulu (down colour)

- Chick sexing machine yaitu dengan melihat bayangan dari ovarium dan testesnya dengan mempergunakan alat khusus yang dirancang untuk tujuan tersebut.

Perbandingan

Mesin Tetas (Incubator)

MANUAL vs SEMI OTOMATIS

== Circulated Air System ==

Keterangan

Mesin Tetas MANUAL

Mesin Tetas

SEMI OTOMATIS

Keseragaman Suhu dan Kelembaban

Merata karena udara panas dan kelembaban di sirkulasi

Merata karena udara panas dan kelembaban di sirkulasi

Thermostat

1. Type Wafel

2. Setting dengan memutar baut untuk limit suhu

1. Type Bimetal, dengan sensor air raksa dan kapiler penghubung

2. Memutar ke angka (suhu) yang dikendaki

Jenis Pemanas

Bohlam Lampu Pijar

Tubuler (Pipa pemanas dari bahan stainless steel)

Daya Tahan Pemanas

1. 3.000 jam (sesuai umur pakai bohlam)

2. Harga Lebih murah atau total Rp. 30.000,-

1. Pemakaian normal minimal 3 tahun

2. Harga lebih mahal. Tahan lama dan rendah perawatan.

Pemutar Telur

1. Manual, diputar dengan tangan

2. Tidak dapat terputar semua dengan sempurna

3. Pemutaran telur rata-rata 3 kali dalam 24 jam

4. Buka tutup Pintu

5. Resiko telor pecah / retak

1. Pemutaran telor dengan menarik tuas pemutar

2. Pemutaran 100 % sempurna

3. Pemutaran telur sesuai keinginan (Disarankan 5 kali, tetapi tergantung orang yang melakukannya)

4. Tidak perlu buka tutup pintu

5. Tidak ada resiko telor pecah / retak

Waktu Yang Dibutuhkan

Banyak waktu dibutuhkan untuk memutar telor dan tidak dapat dibiarkan tanpa pemutaran telor

Hanya pengecekan rutin fungsi mesin saja.

Kestabilan Suhu

Terganggu dengan buka tutup pintu selama pemutaran telur

Stabil

Kestabilan Kelembaban

Terganggu dengan buka tutup pintu selama pemutaran telur

Stabil

Bahan Dasar

Multiplex 8 mm dan kayu

Multiplex 15 mm (18 mm), besi siku dan kayu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar